Minggu, 07 Oktober 2018

tes novel


sinopsis

Bima Sakti -  Sebuah dunia yang mirip seperti bumi dengan keunikan dalam penggunaan ilmu gaib atau yang biasa dikenal dengan ilmu sihir, dengan berbagai kerajaan dan ras yang ada diseluruh penjuru dunia. Demi menjaga wilayah maka dibentuklah lembaga khusus untuk membasmi para "setan",makhluk buas yang hidup hanya untuk membunuh. Dari situlah muncul julukan "pembunuh setan", orang yang diperbudak oleh kerajaan untuk membunuh para setan yang memiliki kekuatan yang mengerikan.

"Hei, kau, cepatlah selesaikan tugasmu! atau tidak ada makanan untukmu hari ini!"

" Ba-baik! aku akan segera berangkat!"

Setelah mengambil semua perlengkapannya, seorang anak laki-laki yang tak sengaja menjadi budak dan menjadi pembunuh setan, dan tanpa sepengetahuan siapapun, rahasia yang ia bawa akan menuntunnya menghadapi takdir.

Ini adalah sebuah kisah seorang anak laki-laki yang terpaksa masuk kedunia lain.


------------------------------------------------------------------

Prolog
--------
penculikan

Di Indonesia, penculikan kini kerap kali terjadi diberbagai kota. Sampai sekarang tidak ada korban yang selamat dan bahkan jika ini adalah kasus pembunuhan, mayat dari para korban tidak dapat ditemukan, seolah lenyap dari dunia.

Aku, bersama para pemuda yang berumur sekitar dua puluh tahun menjadi berhati-hati setiap keluar dari rumah, karena seusia kamilah yang sering menjadi target penculikan.

Hari ini aku keluar rumah untuk melakukan interview kerja. Dan pada akhirnya, aku tidak akan menjadi pemuda pengangguran dengan masa depan suram.

Deru motor di sepanjang jalan. Daerah kota selalu menjadi tempat paling penat ketika berada dijalanan, kebisingan mesin dan suara klakson adalah penyebab utamanya.

Semoga lamaranku diterima, dan bisa menjadi pegawai tetap. Mengubah waktu yang terbuang sia-sia menjadi waktu yang menghasilkan uang.

Dengan begitu aku bisa menjadi orang yang kaya, dan memiliki rumah sendiri, dengan kendaraan pribadi milikku sendiri. Saat itu aku tidak akan jadi bahan tertawaan lagi.

Setelah itu aku bisa berpacaran dengan gadis yang ku suka, gadis yang cantik jelita, yang matanya hanya tertuju padaku.

Setelah itu dia akan semakin, dan terus terbayang akan diriku, wajahku yang tampan, tubuhku yang tinggi dan tegap meski sedikit kurus, dan pada suatu hari dia akan benar-benar jatuh cinta kepadaku.

Setelah itu aku tidak akan malu datang kerumahnya dengan uangku yang banyak.

Setelah itu aku akan membuat teman-temanku iri akan kekayaanku dan kesuksesanku, dan membuat para gadis yang dulu meninggalkanku karena aku miskin ingin kembali berpacaran denganku.

Setelah itu...

Setelah itu...

Setelah itu...

Begitulah ekspetasi yang ku miliki setelah diterima kerja nanti, dan bagiku itu wajar  bagi seseorang laki-laki yang sampai sekarang ditolak oleh banyak gadis.

Memiliki pekerjaan tetap, berarti memiliki uang, meski uang bukanlah segalanya, tapi segalanya tetap butuh uang. Bukankah ini normal, karena menurutku laki-laki ditakdirkan dengan kebutuhan dan cobaan dari "harta, tahta dan wanita"?

Dan tanpa sadar aku sudah duduk berhadapan dengan orang yang akan menginterviewku.

Penampilannya biasa saja, setelan jas dan celana hitam, dilihat dari wajahnya yang lumayan tampan, mungkin dia berumur sekitar tiga puluh tahun.

"Selamat siang Arip Setiawan. Anda cukup berani pergi keluar rumah dan datang kesini tanpa seorang teman."

"Ohh, selamat siang pak. Maaf, saya tadi melamun. Demi pekerjaan saya rela melakukan apapun pak." Itulah tanggapan yang secara spontan keluar dari mulutku, mungkin orang yang ada didepanku ini ingin mencairkan suasana sebelum proses wawancara.

"Kalau begitu anda akan menjadi korban penculikan yang paling sempurna, selamat." orang itu kemudian menjabat tanganku secara paksa.

"Iya, terima kasih. Saya senang bisa bekerja-" tunggu dulu, apa yang dia katakan barusan.

"Huhh-"

"Aaaaaaaaa~!!!!!"

"Tolongggg!!!!!!"

Aku masuk ke perangkap penculik ini, tubuhku tidak bisa digerakkan, suaraku semakin mengecil. Aku akan mati sebentar lagi.

Jadi ini takdirku karena terobsesi akan hal-hal dunia, dan namaku akan segera masuk kedaftar pencarian orang. Betapa bodohnya aku.

Keinginan menjadi orang yang kaya dengan jabatan tinggi dan membuat para gadis tergila-gila padaku hanyalah mimpi disiang bolong.

Dalam sekejap mata ku terasa sangat berat, aku tidak mengantuk, tapi aku seolah dipaksa untuk menutup mataku.

Dan sesaat kemudian aku tiba didunia ini, yang biasa disebut Bima Sakti.

Ah, Aku benar-benar ingin kembali! kembali kerumah dan tidur seharian penuh, dan cukup bermimpi menjadi seorang petani.

Namun, tidak peduli berapa kali aku memejamkan mata, inilah takdirku sekarang yang berada di dunia lain.

"Hei!! Gunakan ini sebagai kartu identitasmu!"

"Cepat pergi sana!!!"

Kata dua orang prajurit sambil menatapku tajam. Tatapan mereka tidaklah kejam, melainkan tatapan hina. Menatapku sebagai budak, budak lemah yang segera mati dan menjadi santapan para setan.

Sebelum ini, saat pertama kali aku sadar di dunia ini, aku sudah berada di penjara bersama budak-budak lain.

Kami dijual oleh pedagang budak, dan disinilah aku sekarang, menjadi pekerja paksa di Serikat Emas. Serikat dengan nama mata uang di dunia ini, serikat swasta yang mempekerjakan budak sebagai pembunuh setan, mengambil paksa hasil buruan dan memberi upah dengan satu piring nasi.

Aku hanya dibekali dengan pedang yang sudah mulai berkarat, dan satu botol air minum. Bermodalkan ini, kami para pembunuh setan dari Serikat Emas menghadapi maut setelah keluar dari gerbang kerajaan dan masuk kedalam hutan.

Keadaan seperti ini sudah kujalani selama satu bulan penuh. Beruntungnya aku selama sebulan ini hanya bertemu dengan setan yang lemah.

'Huhh...!!! Aku ingin bebas, bahkan aku ingin sekali berbicara dengan orang lain.'

Selain berbicara dengan kedua prajurit bayaran tadi dan sesama budak sebelum aku dijual keserikat, aku hanya berbicara dengan diriku sendiri.

Ini karena, setiap budak di Serikat Emas hidup didalam penjara terpisah yang dapat dibawa dengan kereta kuda. Sel penjara sempit dan tertutup, yang saat aku keluar hanya ada hutan dipenuhi pepohonan besar. Aku bahkan tidak pernah melihat kota tempatku dikurung saat malam hari.

Aku hanya dapat melihat gerbang dan hutan yang ada didepannya, tanpa diperbolehkan menoleh kebelakang. Jika saja hutan ini tidak dipenuhi dengan para setan, mungkin aku akan kabur pada hari pertama aku menjadi pembunuh setan.

Meskipun aku hanya berada pada tingkat 1 dan pembunuh setan pemula, selama aku tidak jauh masuk kedalam hutan, mampu memburu setidaknya dua setan per hari, maka tingkat keselamatanku semakin besar.

-Kembali ke keadaanku sekarang

Aku baru berjalan sebentar dan menjelajahi daerah sekitar luar hutan, kulihat setan jenis goblin terluka parah sedang memakan mayat seorang pembunuh setan wanita. Ini sering kujumpai, dan aku minta maaf, akan kumanfaatkan keadaan ini seperti biasanya.

Dan dalam sekejap mata, ku ayunkan pedangku dan menusuk tubuh goblin itu dari belakang.

"Eerrkk!!!"

"Fiuh!"

Hanya sedikit teriakan dari goblin dan suara lega dariku yang hari ini dapat membunuh setan dengan mudah.

"Semoga kau tenang dialam sana, dan izinkan aku memiliki barangmu." kataku dihadapan mayat pembunuh setan tadi.

"Hahh??!! Apa ini?"