sinopsis
Bima Sakti - Sebuah
dunia yang mirip seperti bumi dengan keunikan dalam penggunaan ilmu gaib atau
yang biasa dikenal dengan ilmu sihir, dengan berbagai kerajaan dan ras yang ada
diseluruh penjuru dunia. Demi menjaga wilayah maka dibentuklah lembaga khusus
untuk membasmi para "setan",makhluk buas yang hidup hanya untuk
membunuh. Dari situlah muncul julukan "pembunuh setan", orang yang
diperbudak oleh kerajaan untuk membunuh para setan yang memiliki kekuatan yang
mengerikan.
"Hei, kau, cepatlah selesaikan tugasmu! atau tidak ada
makanan untukmu hari ini!"
" Ba-baik! aku akan segera berangkat!"
Setelah mengambil semua perlengkapannya, seorang anak
laki-laki yang tak sengaja menjadi budak dan menjadi pembunuh setan, dan tanpa
sepengetahuan siapapun, rahasia yang ia bawa akan menuntunnya menghadapi
takdir.
Ini adalah sebuah kisah seorang anak laki-laki yang terpaksa
masuk kedunia lain.
------------------------------------------------------------------
Prolog
--------
penculikan
Di Indonesia, penculikan kini kerap kali terjadi diberbagai
kota. Sampai sekarang tidak ada korban yang selamat dan bahkan jika ini adalah
kasus pembunuhan, mayat dari para korban tidak dapat ditemukan, seolah lenyap
dari dunia.
Aku, bersama para pemuda yang berumur sekitar dua puluh
tahun menjadi berhati-hati setiap keluar dari rumah, karena seusia kamilah yang
sering menjadi target penculikan.
Hari ini aku keluar rumah untuk melakukan interview kerja.
Dan pada akhirnya, aku tidak akan menjadi pemuda pengangguran dengan masa depan
suram.
Deru motor di sepanjang jalan. Daerah kota selalu menjadi
tempat paling penat ketika berada dijalanan, kebisingan mesin dan suara klakson
adalah penyebab utamanya.
Semoga lamaranku diterima, dan bisa menjadi pegawai tetap.
Mengubah waktu yang terbuang sia-sia menjadi waktu yang menghasilkan uang.
Dengan begitu aku bisa menjadi orang yang kaya, dan memiliki
rumah sendiri, dengan kendaraan pribadi milikku sendiri. Saat itu aku tidak
akan jadi bahan tertawaan lagi.
Setelah itu aku bisa berpacaran dengan gadis yang ku suka,
gadis yang cantik jelita, yang matanya hanya tertuju padaku.
Setelah itu dia akan semakin, dan terus terbayang akan
diriku, wajahku yang tampan, tubuhku yang tinggi dan tegap meski sedikit kurus,
dan pada suatu hari dia akan benar-benar jatuh cinta kepadaku.
Setelah itu aku tidak akan malu datang kerumahnya dengan
uangku yang banyak.
Setelah itu aku akan membuat teman-temanku iri akan
kekayaanku dan kesuksesanku, dan membuat para gadis yang dulu meninggalkanku
karena aku miskin ingin kembali berpacaran denganku.
Setelah itu...
Setelah itu...
Setelah itu...
Begitulah ekspetasi yang ku miliki setelah diterima kerja
nanti, dan bagiku itu wajar bagi
seseorang laki-laki yang sampai sekarang ditolak oleh banyak gadis.
Memiliki pekerjaan tetap, berarti memiliki uang, meski uang
bukanlah segalanya, tapi segalanya tetap butuh uang. Bukankah ini normal,
karena menurutku laki-laki ditakdirkan dengan kebutuhan dan cobaan dari
"harta, tahta dan wanita"?
Dan tanpa sadar aku sudah duduk berhadapan dengan orang yang
akan menginterviewku.
Penampilannya biasa saja, setelan jas dan celana hitam,
dilihat dari wajahnya yang lumayan tampan, mungkin dia berumur sekitar tiga
puluh tahun.
"Selamat siang Arip Setiawan. Anda cukup berani pergi
keluar rumah dan datang kesini tanpa seorang teman."
"Ohh, selamat siang pak. Maaf, saya tadi melamun. Demi
pekerjaan saya rela melakukan apapun pak." Itulah tanggapan yang secara
spontan keluar dari mulutku, mungkin orang yang ada didepanku ini ingin
mencairkan suasana sebelum proses wawancara.
"Kalau begitu anda akan menjadi korban penculikan yang
paling sempurna, selamat." orang itu kemudian menjabat tanganku secara
paksa.
"Iya, terima kasih. Saya senang bisa bekerja-"
tunggu dulu, apa yang dia katakan barusan.
"Huhh-"
"Aaaaaaaaa~!!!!!"
"Tolongggg!!!!!!"
Aku masuk ke perangkap penculik ini, tubuhku tidak bisa
digerakkan, suaraku semakin mengecil. Aku akan mati sebentar lagi.
Jadi ini takdirku karena terobsesi akan hal-hal dunia, dan
namaku akan segera masuk kedaftar pencarian orang. Betapa bodohnya aku.
Keinginan menjadi orang yang kaya dengan jabatan tinggi dan
membuat para gadis tergila-gila padaku hanyalah mimpi disiang bolong.
Dalam sekejap mata ku terasa sangat berat, aku tidak
mengantuk, tapi aku seolah dipaksa untuk menutup mataku.
Dan sesaat kemudian aku tiba didunia ini, yang biasa disebut
Bima Sakti.
Ah, Aku benar-benar ingin kembali! kembali kerumah dan tidur
seharian penuh, dan cukup bermimpi menjadi seorang petani.
Namun, tidak peduli berapa kali aku memejamkan mata, inilah
takdirku sekarang yang berada di dunia lain.
"Hei!! Gunakan ini sebagai kartu identitasmu!"
"Cepat pergi sana!!!"
Kata dua orang prajurit sambil menatapku tajam. Tatapan
mereka tidaklah kejam, melainkan tatapan hina. Menatapku sebagai budak, budak
lemah yang segera mati dan menjadi santapan para setan.
Sebelum ini, saat pertama kali aku sadar di dunia ini, aku
sudah berada di penjara bersama budak-budak lain.
Kami dijual oleh pedagang budak, dan disinilah aku sekarang,
menjadi pekerja paksa di Serikat Emas. Serikat dengan nama mata uang di dunia
ini, serikat swasta yang mempekerjakan budak sebagai pembunuh setan, mengambil
paksa hasil buruan dan memberi upah dengan satu piring nasi.
Aku hanya dibekali dengan pedang yang sudah mulai berkarat,
dan satu botol air minum. Bermodalkan ini, kami para pembunuh setan dari
Serikat Emas menghadapi maut setelah keluar dari gerbang kerajaan dan masuk
kedalam hutan.
Keadaan seperti ini sudah kujalani selama satu bulan penuh.
Beruntungnya aku selama sebulan ini hanya bertemu dengan setan yang lemah.
'Huhh...!!! Aku ingin bebas, bahkan aku ingin sekali
berbicara dengan orang lain.'
Selain berbicara dengan kedua prajurit bayaran tadi dan
sesama budak sebelum aku dijual keserikat, aku hanya berbicara dengan diriku
sendiri.
Ini karena, setiap budak di Serikat Emas hidup didalam
penjara terpisah yang dapat dibawa dengan kereta kuda. Sel penjara sempit dan
tertutup, yang saat aku keluar hanya ada hutan dipenuhi pepohonan besar. Aku
bahkan tidak pernah melihat kota tempatku dikurung saat malam hari.
Aku hanya dapat melihat gerbang dan hutan yang ada
didepannya, tanpa diperbolehkan menoleh kebelakang. Jika saja hutan ini tidak
dipenuhi dengan para setan, mungkin aku akan kabur pada hari pertama aku
menjadi pembunuh setan.
Meskipun aku hanya berada pada tingkat 1 dan pembunuh setan
pemula, selama aku tidak jauh masuk kedalam hutan, mampu memburu setidaknya dua
setan per hari, maka tingkat keselamatanku semakin besar.
-Kembali ke keadaanku sekarang
Aku baru berjalan sebentar dan menjelajahi daerah sekitar
luar hutan, kulihat setan jenis goblin terluka parah sedang memakan mayat
seorang pembunuh setan wanita. Ini sering kujumpai, dan aku minta maaf, akan
kumanfaatkan keadaan ini seperti biasanya.
Dan dalam sekejap mata, ku ayunkan pedangku dan menusuk
tubuh goblin itu dari belakang.
"Eerrkk!!!"
"Fiuh!"
Hanya sedikit teriakan dari goblin dan suara lega dariku
yang hari ini dapat membunuh setan dengan mudah.
"Semoga kau tenang dialam sana, dan izinkan aku
memiliki barangmu." kataku dihadapan mayat pembunuh setan tadi.
"Hahh??!! Apa ini?"